Latar Belakang
Safinatun Najah adalah sebuah kitab ringkas mengenai dasar-dasar ilmu fikih menurut mazhab Syafi'i. Kitab ini ditujukan bagi pelajar dan pemula sehingga hanya berisi kesimpulan hukum fikih saja tanpa menyertakan dalil dan dasar pengambilan dalil dalam penetapan hukum. Meski begitu masih terdapat beberapa permasalahan fikih yang tergolong ikhtilaf di kalangan ulama ahli fiqih antar mazhab bahkan di kalangan ulama mazhab Syafi'i sendiri, sehingga diperlukan kesungguhan atau panduan dalam memilih pendapat yang lebih tepat (rajih) sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Kitab ini ditulis oleh Salim bin Sumair al-Hadhrami seorang ulama asal Yaman yang wafat di Jakarta pada abad ke-13 H. Kitab ini populer di kalangan pondok-pondok pesantren Nahdliyyin dan masuk sebagai salah satu materi kurikulum dasarnya.
Bahasan Umum
Titik kajian kitab safinah fokus pada fiqih ibadah meliputi thoharoh, shalat, zakat, dan puasa. Bahasan kitab safinah terdiri dari satu muqodimah, enam puluh lima fasal, dan satu penutup.
Audiensi & Pengkaji
Dalam lingkungan pesantren, Kitab ini diperuntukkan dan dikaji oleh para pelajar marhalah ula / shighor atau tingkat awal pendidikan kepesantrenan seperti kelas 6 SD atau 1 SMP, kendati demikian, kitab ini juga dikaji oleh kaum dewasa baik pria maupun wanita dengan nuansa kajian yang lebih dalam menyertakan penjelasan dari berbagai aspek serta pengurain dalil-dalil dan hikmah yang terkait.
Perhatian Ulama
Para ulama baik nasional maupun internasional memberikan apresiasi yang tinggi pada kitab safinah najah, hal itu ditunjukkan dengan masih terus dikajinya kitab ini diberbagai negeri dan banyaknya karya tulis yang dibuat para ulama untuk kitab kecil ini, diantaranya ada yang berbentuk syarah, hasyiah, i'rob, bahkan nadzom atau syair. Diantara karya tulis berbentuk syarah (penjelas) kitab safinah adalah kitab-kitab berikut ini :
- Nailur Roja', karya Sayyid Ahmad Asy syathiri
- Kasyifatu Saja, karya Syeikh Nawawi Banten
- Ghoyatul Muna, karya Syekh Dr. Muhammad bin Ali Ba'atiyah.