(فَصْلٌ) النِّــيَّةُ: قَصْدُ الشَّيْءِ مُقْتَرِنًا بِفِعْلِهِ،
(Fasal) Niat adalah memaksudkan sesuatu berbarengan dengan pekerjaan yang
dikerjakannya.
وَمَحَلُّهَا القَلْبُ
Tempat niat itu adalah hati
وَالتَّلَفُّظُ بِهَا سُنَّةٌ،
melafadzkan (mengucapkan)
niat itu sunnah.
وَوَقْتُهَا عِنْدَ غَسْلِ أَوَّلِ جُزْءٍ مِنَ الْوَجْهِ،
Waktu niat wudhu itu disaat membasuh awal bagian dari wajah.
وَالتَّرْتِيبُ أَنْ لَا يُقَدَّمَ عُضْوٌ عَلَى عُضْوٍ.
Maksud tertib dalam wudhu itu adalah tidak didahulukannya (dibasuh) anggota
tubuh wudhu yang wajib atas anggota tubuh lainnya yang wajib dibasuh saat
wudhu. (maksudnya wajib mendahulukan membasuh muka, lalu membasuh 2 tangan,
lalu membasuh Sebagian kepala, lalu membasuh 2 kaki, bila tidak berurutan maka
wudhu nya tidak sah)
